Semarang Banjir Besar, Wali Kota Minta Maaf

Trending 1 month ago

Mbak Ita, sapaannya secara langsung mengecek kondisi ruas jalan nan tergenang dan mencari solusi guna mempercepat surutnya air.

“Memang hujan  tiga hari ini nan terjadi sejak Senin sangat luar biasa, baik dari wilayah atas maupun di Kota Semarang bagian bawah,” ujar Mbak Ita saat melaksanakan tinjauan banjir di Kawasan Jalan Pahlawan, Semarang.

Ia mengakui jika hujan ekstrem ini terjadi secara menyeluruh di beragam wilayah. Tak hanya Kota Semarang, namun juga beberapa wilayah lain seperti Kendal, Grobogan, dan Kabupaten Semarang.

Bahkan tak hanya menyebabkan genangan banjir, curah hujan tinggi disertai angin juga mengakibatkan pohon tumbang dan tanah longsor di beberapa tempat.

“Alhamdulillah, persoalan pohon tumbang sudah bisa ditangani. Tapi jika nan banjir ini di luar prediksi, tidak ada warning-nya,” sebut Mbak Ita.

Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sudah melakukan antisipasi dan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

“Tapi kami sudah melakukan antisipasi, utamanya di wilayah Pedurungan, dari Gebang Anom. Kami sudah koordinasi dengan BBWS, tadi siang kami juga melaporkan ke Pak Menteri PUPR mengenai update kondisi banjir di wilayah Kaligawe,” imbuhnya.

Setelah melapor, kata Mbak Ita, hujan nan terjadi bukannya mereda justru curah hujannya semakin tinggi.

“Ini mengakibatkan wilayah Simpang Lima, wilayah Bulu Lor, Semarang Utara terjadi limpasan nan tinggi,” terangnya.

Meski begitu, lanjutnya, nan paling mengkhawatirkan Kali Plumbon lantaran sudah di nomor 100 alias masuk standar tinggi kenaikan airnya.

“Ini kami sudah melakukan koordinasi dengan BBWS untuk penanganan-penanganan darurat. Diharapkan bisa teratasi, pompa-pompa juga sudah melangkah semua,” katanya.

“Kami minta maaf kepada masyarakat, justru di saat bulan puasa harusnya bisa beragama dengan khusuk namun justru terganggu dengan limpasan dan genangan. Kami bakal terus berupaya agar air segera surut,” imbuh Mbak Ita.

Terkait support makanan kepada penduduk terdampak, dirinya telah menginstruksikan kepada Asisten I Setda Kota Semarang untuk mengirim makan sahur kepada masyarakat terdampak banjir.

“Ini tadi saya sudah WA (WhatsApp) ke lurah lurah nan warganya terdampak agar bisa mendapat bantuan,” katanya.

blankRumah nan terendam banjir di Tlogosari dengan ketinggian sekitar 70 cm. Foto: R. Widiyartono

Mbak Ita mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik dengan adanya pemadaman listrik oleh PLN, lantaran perihal tersebut merupakan salah satu langkah pengamanan agar tidak terjadi kejadian membahayakan saat banjir.

“Saat PLN melakukan pemadaman. Banyak penduduk nan komplain bahwa listriknya mati. Ada beberapa di wilayah Semarang Indah dan Pedurungan. Kami minta maaf, ini lantaran kami mengutamakan keselamatan, lantaran kita tidak tahu aliran kabel ini bisa menyebabkan hubungan arus pendek,” jelasnya.

Pihaknya terus melakukan upaya penanganan dengan segala upaya, baik mengoperasikan pompa portabel maupun menyiapkan logistik support penduduk terdampak.

“Saya terus memonitor wilayah Semarang, termasuk berkoordinasi support dan penanganan-penanganan,” katanya.