Pembawa Senjata Tajam untuk Tawuran Terancam Ditindak Tegas

Trending 1 month ago

KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) –Kapolresta Magelang, Kombes Mustofa, menegaskan, bakal menindak tegas pembawa senjata tajam untuk sarana tawuran. Karena penyelesaian restorative justice (mengumpulkan beberapa pihak untuk penyelesaian damai) tidak menyelesaikan masalah.

“Tawuran nan membawa senjata tajam bakal dilakukan tindakan hukum. Sekaligus menjawab keluhan masyarakat Kota dan Kabupaten Magelang, lantaran sering menemukan tawuran pelajar nan membawa senjata tajam. Selain itu sering terjadinya klithih,” kata Kapolresta dalam bertemu pers hari ini (Jumat 15/3/24).

Klithih adalah keluar rumah di malam hari untuk tindakan kejahatan dan anarkistis. Menurut Kapolresta, itu sering terjadi di Jalan Raya Magelang-Yogyakarta, Jalan Raya Mertoyudan, Mungkid, Borobudur, Muntilan dan Salam.

Maka dari Polresta Magelang tidak bakal pernah memberikan toleransi bagi siapa pun nan kedapatan membawa senjata tajam. Apalagi nan lantaran disengaja bakal digunakan untuk tawuran. “Kami tidak bakal menyelesaikan dengan langkah restorative justice,
karena peristiwa nan terjadi sangat meresahkan masyarakat Magelang maupun nan berbatasan dengan Yogyakarta,” katanya.

Disebutkan, nyaris tiap malam Minggu alias malam hari libur beredar video kekerasan, membawa senjata tajam. Hal itu jika dibiarkan bakal menimbulkan keresahan. Kalau diselesaikan dengan langkah restorative justice tidak bakal menyelesaikan persoalan.

Selama ini jika polisi mengundang orang tua pelaku, anaknya dibawa pulang, selesai. Namun di kemudian hari nan berkepentingan ikut tawuran lagi. Untuk memberi pengaruh jera bagi pelaku dan peringatan bagi orang tua, polisi tidak bakal memberikan toleransi.

Tiga Kali

Ketika diinterogasi Kapolresta, dalam bertemu pers hari ini, tersangka Ervina Indraprasta mengaku membawa celurit untuk tawuran. Juga mengakui sudah tiga kali tawuran. Pertama dilakukan ketika tetap SMP, kedua perang sarung tahun 2020 dan ketiga pada 10 Maret lalu.

Pria lulusan SMP nan sekarang berumur 18 tahun itu dalam rencana tawuran pada 10 Maret mengaku diajak temannya. Sebelum berangkat menemui musuhnya, mereka minum empat botol ciu nan 1.200 mililiter. Saat membeli bensin di SPBU Japunan, Danurejo Mertoyudan, laki-laki berjulukan Ervina Indraprasta itu ditangkap polisi. Ketika ditangkap kedapatan membawa celurit.

“Saat itu saya berbareng 10-15 orang teman. Lima orang tertangkap, nan lain lari,” akunya.

Kasat Reskrim, Kompol Rifeld Constantien Baba, dalam bertemu pers tadi menjelaskan, kejadiannya berasal janjian tawuran melalui media sosial, pada 10 Maret lalu. Mereka janjian berjumpa di SPBU Saratan, Sumberejo, Mertoyudan. Sekitar pukul 2-3 awal hari, golongan tersangka tengah mencari penantangnya.

Dikatakan, selama ini jika ada kasus tawuran nan ditangani polisi, orang tua pelaku datang ke Polresta dan menyatakan bahwa pada malam kejadian anaknya pamit hendak belajar berbareng alias sholawatan. Tidak diperhatikan jam berapa pulangnya dan rupanya terlibat tawuran alias klithih. “Tolong anaknya dicari jika sudah malam belum pulang,” pintanya.

Eko Priyono