Mantan Pegawai BPN Sragen Ditahan Kejaksaan, Terlibat Penyertifikatan Tanah “OO” di Sragen

Trending 1 month ago

SRAGEN (SUARABARU.ID)- Seorang mantan pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sragen ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Sragen, Kamis (14/3/2024).

S, inisial nama pegawai tersebut ditengarai terlibat penyertifikatan tanah “OO” (Oro-oro) di Desa Trombol, Mondokan, Sragen secara tidak sah.

Setelah diperiksa, mantan pegawai BPN Sragen itu digiring menuju LP Sragen. Tersangka diduga “bermain” dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Trombol, Mondokan hingga terbitnya sertifikat.

Tindakan itu dinilai merugikan negara. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, pelaku langsung ditahan dan dititipkan di Lapas kelas 2 A Sragen.

Kajari Sragen Virginia Hariztaviannie mengatakan tersangka terlibat dalam kasus penyertifikatan tanah “OO” di Desa Trombol secara tidak sah.

Saat pensertifikatan, S memberikan pengarahan terhadap Bambang dan beberapa orang lainnya untuk memproses sertifikat tanah “OO” itu.

Saat melaksanakan penyertifikatan, lanjut Virginia Hariztaviannie tersangka tetap sebagai staf seksi Penanganan Masalah dan Pengendalian Program Pertanahan di BPN Sragen.

“Juga sebagai panitia Satgas Program PTSL Tahun 2018 lalu,” tutur Kajari Sragen.

Dalam menangani penyertifikatan tanah “OO” itu interogator Kejari Sragen lebih dulu menetapkan empat orang perangkat Desa Trombol, sebagai tersangka. Namun seorang tersangka sudah meninggal.

Kajari mengungkapkan, tersangka memberi pengarahan kepada saksi Sh, Bam, Ay, Gy, dan Sp.

Tersangka pernah mengarahkan pembuatan surat pernyataan penguasaan bentuk bagian tanah “OO” itu agar diisi alias dibuat sedemikian rupa seolah-olah memang betul menguasai alias mempunyai dasar kewenangan atas tanah OO tersebut selama 20 tahun secara berturut-turut.

Dari dasar surat itu dipakai sebagai persyaratan publikasi sertifikat kewenangan milik para saksi pemohon.

Akibat perbuatan nan dilakukan tersangka dan para pelaku, negara dirugikan Rp 234.896.000.

Akibat perbuatan ini tersangka diancam Primair Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf B UU RI No.31 Tahun 2001, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup alias pidana penjara paling singkat 4 tahun, dan paling lama 20 tahun.

Terpisah, Kepala BPN/ATR Sragen Didik Purnomo menyerahkan persoalan mantan pegawai BPN Sragen itu untuk diproses hukum. Pihaknya bakal melakukan pendampingan dan support norma untuk Suparno.

Anind