Banjir Terjang Kudus, Ambarwati Harus Melahirkan di tengah Kepungan Genangan Air

Trending 3 months ago

KUDUS (SUARABARU.ID) – Hujan deras nan menerjang wilayah Kabupaten Kudus selama beberapa hari ini membikin sejumlah titik di Kabupaten Kudus tergenang banjir. Bahkan, akibat kondisi tersebut, Ambarwati, penduduk Desa Jatiwetan, Kecamatan Jati kudu melahirkan di tengah kepungan genangan banjir.

Meski demikian, Ambarwati sukses melahirkan anaknya dengan selamat. Karena genangan air di sekitar rumahnya semakin tinggi, Ambarwati pun kudu dievakuasi ke rumah saudaranya dengan support abdi negara kepolisian.

“Kita membantu pemindahan ibu Ambarwati nan usai melahirkan dan membawanya ke rumah saudaranya dengan membawa tandu,” kata Kapolsek Jati, AKP Cipto, (14/3).

Cipto mengatakan, pihaknya menerima info ada masyarakat usai melahirkan saat situasi sedang banjir. Kemudian, kami berbareng penduduk langsung kelokasi untuk membantu mengevakuasi ibu Ambarwati ke rumah saudaranya nan tidak terkena banjir.

Selain ibu pasca melahirkan, lanjut Kaposek, pihaknya juga membantu sejumlah lansia penduduk Desa Jati Wetan nan rumahnya sudah kemasukan air untuk dievakuasi ke letak nan lebih aman, ,mengingat curah hujan tetap cukup tinggi.

“Pada prinsipnya keselamatan penduduk adalah perihal nan terpenting, saya sudah instruksikan kepada personil agar mengutamakan keselamatan penduduk nan terdampak banjir,” tandasnya.

Seperti diketahui, akibat curah hujan nan tinggi, sejumlah wilayah di Kecamatan Kabupaten Kudus sekarang terendam banjir. Di wilayah Kecamatan Jati, akibat banjir merendam beberapa desa diantaranya Desa Jati Wetan, Desa Jetis Kapuan, Dukuh Goleng, Desa Pasuruan Lor, dan Desa Tanjung Karang dengan ketinggian bervariasi.

Data dari BPBD, genangan banjir juga merendam beberapa wilayah di Kecamatan Mejobo tepatnya di sekitaran perempatan Mejobo, Desa Kirig, Desa Golantepus, Kesambi serta beberapa desa lainnya. Sementara, di wilayah Kecamatan Jekulo, air juga menggenangi wilayah pemukiman di Desa Pladen.

Di sekitaran Perempatan Mejobo, genangan air apalagi sudah cukup tinggi. Ketinggian air mencapai 40-50 cm nan membikin ruas jalan tersebut tidak bisa dilalui oleh sepeda motor.

Genangan air banjir ini diakibatkan oleh curah hujan nan cukup tinggi baik di nyaris semua wilayah di Kabupaten Kudus. Selain itu, tingginya curah hujan juga membikin sejumlah sungai nan berhulu di Kawasan pegunungan Muria, penuh dan limpas ke pemukiman penduduk seperti sungai Dawe dan Sungai Piji.

Ali Bustomi